“Pertemuan antara manusia, budaya, seni dan idealisme dalam sebuah ruang akan selalu menghasilkan keindahan bagi kehidupan manusia seutuhnya”. (Chris Darmawan)
Kutipan diatas merupakan kutipan dari Chris Darmawan, pemilik Semarang Gallery. Beliau seorang kolektor dan filantropi seni. Semarang Gallery beliau dirikan pada tahun 2001 di pusat kota Semarang. Pada tahun 2008, galeri ini pindah lokasi di Jalan Taman Srigunting No. 5-6 Semarang. Galeri ini menempati sebuah bangunan dengan arsitektur kolonial Belanda dan merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kawasan Kota Lama, Semarang.
![]() |
| Gedung Semarang Gallery |
Pada tahun 1822, gedung yang terdiri dari dua lantai ini merupakan tempat tinggal Pastur L. Prisen dan sebagai tempat ibadah umat Katolik sebelum gereja Gedangan didirikan (tahun 1875). Gedung ini kemudian diruntuhkan dan dibangun gedung baru pada tahun 1918. Gedung ini terletak di tepi jalan Anyer-Penarukan yang dibangun Daendels pada tahun 1811.
Pada tahun 1933, gedung ini ditempati oleh perusahaan asuransi pertama di Indonesia De Indische Lloyd milik Oei Tiong Ham Concern. Selama gedung ini berdiri, gedung ini pernah digunakan sebagai gudang, dealer motor, dan perkantoran. Pada tahun 2007, Chris Darmawan melakukan konservasi terhadap gedung ini. Pada tahun 2008, gedung ini resmi digunakan sebagai Semarang Gallery.
![]() |
| Gedung De Indische Lloyd atau Gedung Semarang Gallery pada tahun 1937 |
Pembangunan Semarang Gallery dilandasi oleh komitmen untuk mendedikasikan ruang ini sebagai media yang mengenalkan karya-karya seniman kontemporer Asia, khususnya perupa-perupa Indonesia. Galeri ini memiliki konsistensi untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni rupa. Selain itu, Semarang Gallery juga memiliki reputasi yang terjaga baik dan sekaligus menjadi alternatif bagi standar perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia.
Tiket masuk Semarang Gallery sebesar Rp 10.000,-. Biaya yang cukup murah untuk menikmati indahnya sebuah seni. Pengunjung juga bisa mengambil brosur tentang Semarang Gallery yang terletak di meja petugas tiket. Di lobi depan kita bisa melihat berbagai foto perkembangan gedung Semarang Gallery. Seperti foto gedung ketika bernama De Indische Llyod dan ketika gedung direnovasi. Ada beberapa buku seni yang bisa dibaca ditempat.
![]() |
| Foto Gedung Semarang Gallery ketika direnovasi |



