Perjalanan ke Basecamp Mawar, Gunung Ungaran

by Rivai Hidayat
gunung ungaran

Selepas magrib, hujan turun semakin deras. Aku, Bangun, dan Roni menunda keberangkatan kami dan memutuskan untuk menunggu hujan sedikit mereda. Selang 15 menit kemudian hujan mulai mereda. Kami pun segera bergegas untuk memulai perjalanan menuju Basecamp Mawar, Gunung Ungaran.

Hari ini adalah hari Sabtu. Jalan terlihat ramai dengan kendaraan bermotor, meskipun hujan sudah turun sejak sore tadi. Hujan benar-benar reda ketika kami memasuki Kabupaten Semarang. Perjalanan terus berlanjut dengan keadaan dingin selepas hujan. Pikiranku terasa tidak tenang, seperti ada sesuatu yang tertinggal. Akhirnya aku ingat kalau gawaiku tertinggal di rumah. Seingatku tadi masih berada di dekat televisi.

“Ron, gawaiku ketinggalan. Aku lupa memasukkannya ke dalam tas,” jelasku pada Roni.
“Mau diambil dulu, Mas?” tanya Roni.
“Tidak usah, Ron. Kita lanjut perjalanan aja,” jawabku santai.

Tidak terasa kami sudah tiba di Pasar Jimbaran. Kemudian kami akan menuju kawasan Sidomukti dengan melewati area permukiman warga. Perjalanan akan semakin menantang. Kami akan menemui jalan sempit dan menanjak. Di beberapa titik tidak ditemui ada lampu penerangan jalan. Penerangan hanya berasal dari kendaraan bermotor. Untuk memasuki kawasan Sidomukti akan dikenakan biaya Rp5.000/orang dan Rp3.000/motor. Aku menyerahkan uang sebesar Rp21.000 untuk tiga orang dan dua motor.

Setelah melewati jalan menanjak dan berkelok, akhirnya kami tiba di Basecamp Mawar. Letaknya berdekatan dengan Kafe Pondok Kopi. Kafe ini memiliki pemandangan yang bagus dan udara yang sejuk. Meskipun untuk makanan dan minuman rasanya tidak menonjol atau biasa saja. Kafe Pondok Kopi cocok bagi mereka yang ingin mencari udara sejuk dan pemandangan bagus sembari menyesap kopi.
Baca Juga: Perjalanan ke Puncak Gunung Merbabu

Basecamp Mawar merupakan basecamp resmi untuk mendaki Gunung Ungaran. Terletak di ketinggian 1200 mdpl. Nama Mawar berasal dari lokasi basecamp yang dekat dengan kebun bunga mawar. Basecamp ini dikelola oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi Sakpala. Selain untuk jalur pendakian, basecamp ini juga menyediakan area berkemah yang sangat luas dan bisa menampung puluhan tenda yang ditunjang dengan berbagai fasilitas. Mulai dari kamar mandi, musala, warung, sumber air, hingga menyewakan perlengkapan berkemah. Bahkan kualitas sinyal internet dan telepon di sini sangat bagus.

gunung ungaran
Menu makan ketika di Basecamp Mawar

Aku turun dari motor untuk mengurus registrasi di pos pendaftaran. Bangun dan Roni memarkirkan motor di area parkir yang sudah ditentukan. Biaya berkemah di Basecamp Mawar sebesar Rp15.000/orang dan biaya parkir sebesar Rp5.000/motor. Jadi kami mengeluarkan uang sebesar Rp55.000 untuk biaya masuk tiga orang dan parkir dua motor.

Di pos ini akan ditanya tentang keperluan ke Basecamp Mawar. Apakah akan melakukan pendakian ke Gunung Ungaran atau hanya berkemah. Karena aku hanya berkemah, maka tidak perlu registrasi di formulir pendakian. Kalau melakukan pendakian ke Gunung Ungaran akan mengisi formulir pendakian dan diberi penjelasan tentang jalur yang akan dilewati, estimasi lama perjalanan, serta informasi penting lainnya. Selain itu, tidak disarankan untuk melakukan pendakian seorang diri. Petugas akan membantu mencarikan teman atau bergabung dengan rombongan lainnya.

Ketika melakukan registrasi aku melihat seorang perempuan muda yang sedang fokus mendengarkan penjelasan petugas. Perempuan itu bernama Putri. Seorang mahasiswi di salah satu universitas di Semarang. Putri berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Daerah yang cukup jauh dari Kota Semarang. Dia berangkat ke Basecamp Mawar seorang diri dengan mengendarai motor. Tidak lupa perlengkapan gunung yang dimasukkan ke dalam tas gunung berukuran 35 liter.

Seorang petugas lainnya memberitahuku kalau Putri akan mendaki Gunung Ungaran seorang diri. Petugas menyarankan Putri untuk mencari teman jika ingin mendaki Gunung Ungaran. Petugas itu pun mengenalkanku pada Putri. Dalam perkenalan itu, Putri meminta tolong kepadaku untuk dibantu mendirikan tenda. Tentu saja aku tidak masalah dengan hal tersebut. Kemudian kami berjalan menuju area berkemah.
Baca Juga: Mendaki Gunung Merbabu Via Suwanting

Beberapa temanku yang sudah tiba sore tadi terlihat sedang memasak di samping tenda. Aku menyapa mereka terlebih dahulu dan kemudian meminta izin untuk membantu Putri mendirikan tenda. Kebetulan letaknya tidak jauh dari tenda kami. Tas ransel dibongkar dan tenda sudah siap untuk didirikan. Putri membawa tenda dengan kapasitas dua orang. Ukuran yang tepat untuk satu orang pendaki.

Proses mendirikan tenda juga dibantu oleh dua perempuan dari tenda yang ada di sebelah tenda Putri. Mereka membantu memberikan penerangan dengan menggunakan senter. Tenda sudah selesai dibangun. Semua pasak sudah terpasang dengan baik. Tas ransel sudah dimasukkan ke dalam tenda.

“Aku dua minggu yang lalu naik Gunung Ungaran lewat jalur Perantunan, Mas. Kalau naik dari jalur Basecamp Mawar baru kali ini,” jelas Putri.
“Memang jalur Perantunan lagi populer di kalangan pendaki,” jawabku.
“Rencana nanti mulai mendaki pukul 02.00 secara tektok. Nanti lihat berapa banyak pendaki yang naik pada malam hari. Kemungkinan akan gabung sekalian,” jelas Putri.

Aku pamit meninggalkan Putri. Tidak lupa juga menawarinya untuk bergabung ke tenda kami jika butuh teman ngobrol. Kebetulan teman-temanku sedang memasak dan membuat kopi.


Cerita dari Gunung
Basecamp Mawar, Gunung Ungaran
5 November 2023

You may also like

28 comments

Keza felice December 7, 2023 - 10:54 am

Aku pikir setiap yang ke gunung itu berarti mendaki, ternyata bisa juga hanya berkemah bahkan tahapan alurnya juga beda, jalannya juga beda, … pengetahuan baru lewat tulisan ini.

Reply
Rivai Hidayat December 8, 2023 - 7:56 pm

Setiap ke gunung itu tidak selalu mendaki gunung. Ada yang hanya untuk berkemah dan menikmati suasana pegunungan.

Reply
Heni December 7, 2023 - 2:05 pm

Ungaran itu adem ya mas…Ungaran Ambarawa itu gak terlalu jauhkah mas ?
Sama pemikiran aku dengan mbk Keza di atas, ternyata bisa ya kalau hanya mau berkemah aja.

Reply
Rivai Hidayat December 8, 2023 - 7:49 pm

Cukup dingin mbak heni. Soalnya berada di daerah perbukitan. Ungaran ke ambarawa dekat. Mungkin sekitar 15 menit. Salah satu keistimewaan di basecamp mawar seperti itu. Tersedia area berkemah sehingga bisa berkemah tanpa mendaki gunung.

Reply
Nadya Irsalina December 7, 2023 - 8:28 pm

Di gunung ungaran ini ada area camping ground untuk yang pengen ngecamp doang gitu yaaa maksudnya?

Reply
Rivai Hidayat December 8, 2023 - 7:40 pm

Maksudnya begitu. Tersedia area camping ground di basecamp mawar, gunung ungaran. Jadi tidak perlu mendaki gunung.

Reply
rezkypratama December 7, 2023 - 9:28 pm

ngeliat gunung jadi inget bebrapa hari ini ngeliat video yang menyedikhan

Reply
Penghuni Enam Puluh December 8, 2023 - 2:29 pm

Sama mas, saya jg msh keingetan trs tuh… kasihan…

Reply
Rivai Hidayat December 8, 2023 - 7:40 pm

Semoga korban meninggal dunia mendapatkan terbaik di sisi-Nya.

Reply
Rivai Hidayat December 8, 2023 - 7:39 pm

Waspada dan selalu berhati-hati selalu dibutuhkan ketika mendaki gunung.

Reply
Peri Kecil Lia ‍♀️ December 7, 2023 - 10:59 pm

Di area basecamp mawar ini suhunya udah dingin belum, Kak? Kalau sewa tenda di sana, kakak tahu harganya berapa kah? Aku belakangan ini lagi pengin coba camping karena nonton vlog orang Korea yang solo camping dan terlihat asik banget, bisa melipir sejenak dari keramaian kota kayaknya healing bangettt. Tapi temen-temenku nggak ada yang mau diajak camping dan untuk solo camping aku masih belum berani wkwk. Nampaknya harus menunggu sampai nanti ada teman yang bisa dikorbankan wkwk

Reply
Rivai Hidayat December 8, 2023 - 8:11 pm

Bisa dibilang dingin. Berada di ketinggian 1200 mdpl. Kalau kemarin seingatku 135ribu/paket. Paketnya sudah termasuk tiket masuk, tenda untuk 4 orang, matras, dan kursi lipat.
Waah, jangan kelamaan nonton vlog seperti itu karena bakal semakin penasaran untuk mencoba..wkwkwk
Kalau dari bekasi bisa di sekitar bogor. Di bogor banyak camping ground dan tempat hiking/treking. Di sana juga menyediakan persewaan tenda. Kalau ingin solo camping jangan lupa untuk belajar tentang ilmunya dulu. Kalau udah siap bisa coba untuk camping. Paling enak yaa cari teman yang pernah camping. Biar bisa belajar dan bersenang-senang bareng…hehhehehe

Reply
Peri Kecil Lia ‍♀️ December 11, 2023 - 6:51 pm

ini termasuk murah kayaknya ya, Kak? Soalnya aku pernah lihat yang di Bandung tuh 200rb-an/orang di hutan pinus gitu, tapi ini tendanya udah siap pakai.
wkwk udah penasaran pengin coba, tapi belum ada temannya. Mungkin kalau solo camping nanti coba yang sewa tenda jadi aja kali ya?
noted untuk infonya, Kak! terima kasih banyak!!

Reply
Rivai Hidayat December 13, 2023 - 4:02 pm

Kalau menurutku sudah murah. tenda sudah dipasang dan kita tinggal pakai aja.
Kalau yang di bandung bisa dilihat fasilitas apa saja yang kita dapat. Misalnya tenda yang dipakai, apakah mendapatkan perlengkapan memasak dan tidur, dll. Sekarang banyak tempat berkemah menyediakan konsep glamping (glamor camping) dengan harga dan fasilitas lebih dari camping biasa.

Kalau mau solo camping yaa sebaiknya pinjam tenda di lokasi camping aja. Jangan lupa perlengkapan tidur dan memasak juga. Btw memasak di acara camping itu sangat menyenangkan lho 😀

Semoga bisa dapat pengalaman camping yaa 😀

Reply
fanny_dcatqueen December 8, 2023 - 11:33 pm

Aku salut karena kebanyakan pendaki itu memang kompak dan saling support ya mas. Jarang sih aku nemuin pendaki yg sombong. Mungkin udh semacam tradisi di sana kali yaa..lagian yg namanya mendaki gunung juga butuh bersama, ga bisa sendiri2, jadi wajar kalo karakter yg terbentuk seperti itu.

Sbnrnya penasaran sih naik gunung. Tapi ntah kenapa belum terkumpul nyali, lebih tepatnya nyawa untuk naik ke atas . Kebayang nya yg jelek duluan, ular, lintah, belum lagi kalo hujan besar . Saluuut Ama yg biasa mengatasi segala macam rintangan di gunung begitu.

Btw mas, pernah ga ngalamin hal mistis di gunung? Kan banyak ceritanya tuh

Reply
Rivai Hidayat December 13, 2023 - 3:53 pm

Kebanyakan pendaki emang suka membantu pendaki lainnya. Entah emang pribadi yang seperti itu, atau sifat ini terbentuk karena seringnya mendaki gunung atau pergi secara bersamaan. Sifat ini akan membawa dampak positif kepada orang-orang di sekitarnya.

Kalau ingin naik gunung tidak ada salahnya dicoba dengan treking atau kegiatan di alam dulu. Coba aja dulu beberapa kali. Kalau bisa menyesuaikan nanti bisa dicoba di gunung yang relatif mudah untuk pemula. Sebut saja gunung papandayan dan gunung prau. Gunung Ungaran juga cocok untuk pendaki yang baru pertama kali naik gunung.

aku belum pernah ketemu hal mistis mbak. Aku ga punya kepekaan terhadap hal-hal tersebut. Sejauh ini yaa semuanya baik-baik saja 😀

Reply
Pipit Widya December 10, 2023 - 8:41 pm

Lho, saya kira mau mendaki Gunung Ungaran, Mas. Ternyata bisa kemah aja ya di base camp Mawar. Lihat ayamnya jadi ngiler.

Btw Mba Putri hebat ya. Naik motor dan gunung sendirian. Kebayang jalan naik ke Ungaran naik motor kayak apa tingginya dari Semarang.

Reply
Rivai Hidayat December 11, 2023 - 3:51 pm

Saat itu emang ga berniat mendaki gunung ungaran mbak pipit. Aku sudah pernah naik beberapa kali. Tapi menurut info banyak perubahan jalur dibandingkan jalur lama.

Apalagi saat itu hujan. Mungkin itu salah satu cara ia lari dari keramaian kota semarang.

Reply
Nasirullah Sitam December 11, 2023 - 9:25 am

Aku salut denga petugas yang menginformasikan adanya pendaki sendirian ke rombonganmu, mas.
Artinya, petugas melakukan pekerjaannya dengan baik serta perhatian dengan keselamatan setiap pendaki. Setidaknya, informasi adanya yang sejalur dan seorang diri diharapkan petugas nanti ada yang mengawasi dan membantu selama mendaki. Jos tenan

Reply
Rivai Hidayat December 11, 2023 - 5:16 pm

Petugas memang perlu menerapkan hal-hal seperti ini sehingga bisa meminimalkan potensi kecelakaan di gunung.

Reply
Titik Asa December 12, 2023 - 5:35 pm

Baca tulisan Mas ini jadi kepincut ingin kapan-kapan berkemah lagi bersama teman-teman SMA dahulu.
Disini lokasi kemah yang enak di Pondok Halimun. Sekarang ada juga yang kita tinggal datang saja. Kemah dan perlengkapan sudah disiapkan disana. Jadi sudah seperti nginap di hotel saja…hehehe

Jadi bagaimana kelanjutan cerita dengan Putri ini?

Salam,

Reply
Rivai Hidayat December 13, 2023 - 3:56 pm

Ayo om berkemah lagi sama teman-teman SMA-nya. Berkemah sambil mengenang masa-masa muda.
Sukabumi dekat daerah pegunungan sehingga banyak tempat untuk berkemah.

Cerita tentang putri ga berlanjut om soalnya dia tidak gabung ke tenda kami.

Reply
Faizal R December 13, 2023 - 9:12 am

Menarik penceritaannya, sambung lagi catatannya ya.

Reply
Rivai Hidayat December 13, 2023 - 3:53 pm

Terima kasih telah berkunjung

Reply
ainun December 15, 2023 - 11:10 pm

hebat banget mbak Putri ini, mendaki seorang diri, kalau aku mendaki sendirian jelas ga sanggup, bawa beban tas aja udah ngos ngosan, ditambah beban diri, padahal aku ga gemuk hahaha, harusnya enteng ya
tapi memang bener kata mba fanny, mereka mereka yang suka naik gunung, jiwa tolong menolongnya tinggi banget ya, saling bantu, saling menyemangati.
Aku kalau naik gunung, kayaknya pemilih juga naiknya sama siapa, karena aku ga jago mendaki, jadi hanya temen temen deketku yang tau seberapa besar kemampuan aku dalam mendaki, dan pastinya aku ga buru buru kalau mendaki, jadi slow aja

Reply
Rivai Hidayat December 19, 2023 - 12:25 pm

Kalau itu lebih ke faktor persiapan. Jadi kalau ingin naik gunung mesti olahraga dan belajar pengetahuan tentang mendaki gunung. Jadi semuanya bisa dilatih hingga akhirnya kita benar-benar siap untuk mendaki gunung.

Teman naik gunung itu penting. Mereka bakal membantu proses pendakian. Jadi mesti cari teman naik gunung yang sesuai dengan kita agar pendakian menjadi lebih menyenangkan.

Reply
mrhanafi December 23, 2023 - 9:16 pm

menu malanan juga sedap…dan pasti berselera kalau di makan ketika rasa kelaparan

Reply
Rivai Hidayat December 26, 2023 - 10:14 am

Rasa makanannya sungguh enak dan mengenyangkan.

Reply

Leave a Comment