Browse archive

2017

Home / 2017

Latest Posts

Antara Bandung dan Semarang

“Diinformasikan kepada para penumpang kereta api Harina dengan keberangkatan Stasiun Surabaya Pasar Turi menuju Stasiun Bandung bahwa kereta mengalami keterlambatan. Saat ini kereta sedang berada di Stasiun Jambon. Diperkirakan kereta akan tiba di Stasiun Semarang Tawang pada pukul 22:05.” Pengumuman

Read More
Cerita Mudik: Pesan Dalam Sebuah Perjalanan

Seperti lebaran tahun kemarin, lebaran tahun ini aku melakukan ritual pulang kampung atau mudik. Jika tahun kemarin aku mudik ke Simbah-nya Aqila di Gombong, Kebumen, tahun ini aku mudik ke kampung halamannya ibuku di Kabupaten Pandeglang, Banten. Baca Juga: Cerita

Menyusuri Romantisme Jalan Bodjong

Jalan Bodjong (Bodjong Weg) atau sekarang yang lebih dikenal dengan nama Jalan Pemuda sudah sejak dulu menjadi jalan utama di Kota Semarang. Bahkan pernah dianggap sebagai salah satu jalan paling bagus di Pulau Jawa. Dari dulu hingga saat ini, Jalan

Menengok Kehidupan Multicultural di Semarang

Kalau kata temenku yang berasal dari Jogja, Semarang itu singkatan dari Semakin Rindu dan Sayang. Aaah, tentu saja ini cuma guyonan aja atau mungkin doa biar kamu dan yang lainnya selalu ingin (kembali) ke Semarang. Kota yang identik dengan Lawang

Jejak Kejayaan Oei Tiong Ham: Raja Gula dari Semarang

“Dulu, bangunan itu merupakan sebuah rumah”, ujarku kepada seorang kawan dari Bandung “Oyaa…?”, tanyanya semakin penasaran “Iyaa, yang punya dulunya seorang Raja Gula dari Semarang” “Orang terkaya di Asia Tenggara pada masa itu” “Permukiman di belakang bangunan itu termasuk halaman

Semarang Night Carnival 2017 : Paras Semarang

Sabtu malam, 6 Mei 2017, langit Kota Semarang, khususnya di Titik Nol Kilometer di dekat Kantor Pos Johar hingga kawasan Tugu Muda terlihat cerah. Tak terlihat awan menggumpal, apalagi langit yang terlihat mendung. Sepertinya sejauh ini para pawang hujan bekerja

Mengejar Sunrise Gunung Bromo (Bagian 2- Selesai)

Dalam perjalanan turun ke parkiran motor, aku melihat di salah satu kios menjual postcard. Postcard yang dijual memiliki tema Gunung Bromo dan dijual seharga Rp 10.000/biji. Namun, aku tak membelinya. Warung-warung sudah mulai sepi. Kami melanjutkan perjalanan menuju pasir berbisik

Mengejar Sunrise Gunung Bromo (Bagian I)

Namanya juga sebuah perjalanan tanpa rencana. Jadi semuanya diatur dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Rencana awalnya sih aku cuma pergi ke Surabaya, namun semuanya berubah ketika negara api menyerang aku iseng mengecek tiket kereta dari Surabaya ke Malang. Eeh ternyata murah